Mengenai Saya

COREstation adalah kumpulan artikel-artikel mengenai komputer serta paket komputer yang dipasaran dengan harga yang menarik...

Senin, 19 Mei 2008

ATI Radeon X1650 VS NVidia GeForce 7600 part 5

Part 5

Overclocking


Sesi ini mungkin paling ditunggu² oleh rekan² GX, akan tetapi saya mohon maaf kalo rekan² kecewa, karena VGA yang saya review adalah barang jualan, saya memutuskan untuk tidak mengambil resiko mengoverclock sampai mentok, apalagi untuk mengganti HSF (pendingin) dengan HSF yang lebih baik atau water cooling jelas ngga ada waktu. Saya menggunakan Riva Tuner dan ATi Tools untuk melakukan overclocking, dan saya menurunkan kira² 25 Hz core dan memory clock dari maximal overclocking yang diperbolehkan oleh kedua tools tersebut.
Untuk menghemat waktu saya hanya akan menggunakan 1 macam benchmark yaitu 3D Mark 06 default setting pada resolusi 1024x768 dan 1280x768.



Penambahan performa VGA² nVidia cenderung lebih besar daripada VGA² ATi, GeForce 7600GS adalah yang mendapat margin overclocking dan kenaikan performa yang terbesar, hal ini membuktikan bahwa masih banyak headroom (ruang) yang tersisa untuk extreme overclocking.

Conclusions

-ATi Radeon X1600XT- Saya memang sengaja tidak memberikan bahasan tentang VGA ini di sepanjang benchmark round-up, hal ini dikarenakan adanya perbedaan platform PC uji antara Radeon X1600XT dengan VGA² lainnya. Akan tetapi jika anda melihat kembali hasil² benchmark di atas, maka dapat diketahui bahwa performa Radeon X1600XT berbeda sangat tipis dengan X1650Pro (sekitar 2-3 fps). Jika saja Radeon X1600XT mendapatkan platform PC uji yang sama dengan VGA lainnya, maka saya yakin selisih kinerja Radeon X1600XT dan 1650Pro tidak akan lebih dari 2 fps. Kalau kita membandingkan arsitekstur dan manufacturing process antara Radeon X1600XT dan Radeon X1650Pro, maka Radeon X1650 Pro lebih layak pakai, dengan fabrikasi 80 nm, maka secara teoritis X1650Pro mampu mencapai core clock yang lebih tinggi dan lebih dingin dari pada X1600XT, tapi jika hanya digunakan pada setting default (non-overclocking) maka VGA ini masih layak untuk dipertimbangkan. (terakhir kali ngambil Powercolor X1600XT bravo akhir oktober dengan harga $ 143).

-nVidia GeForce 7600GS- VGA ini menurut saya sudah saatnya untuk turun ke kelas low-end. Dengan di re-labelled-nya Radeon X1600Pro (direct competitor) menjadi Radeon X1300XT, maka VGA ini tidak seharusnya berada di kelas mainstream. Hanya saja nVidia belum menemukan successor dari GeForce 7600GS (dengan diluncurkannya GeForce 7300GT, posisi GeForce 7600GS semakin tidak jelas), justru untuk mendongkrak performa dari GeForce 7600GS, pihak vendor yang pro-aktif dengan cara mendaur-ulang atau overclocked-on-the-box dan mengeliminasi penyebab bottleneck dari GeForce 7600GS, yaitu dengan mengganti interface memory standard GDDR2 dengan GDDR3. harga yang relatif cukup mahal jika dibandingkan dengan performa (+/- $125 untuk 7600GS GDDR2 & $150 untuk 7600GS GDDR3) membuat saya tidak bisa merekomendasikan card ini.

-nVidia GeForce 7600GT- Setelah sempat membuat saya terkesan sejak pertama kali keluar, ternyata VGA ini masih bisa membuat saya kagum, bukan hanya mampu bertahan dari VGA mainstream terbaru keluaran ATi, bahkan di beberapa benchmark GeForce 7600GT masih mampu melewati upper-level VGA terbaru ATi yaitu Radeon X1650XT. Memang jika berbicara tentang pinalty kerja filtering dan performa ketika merender texture yang berat dan membutuhkan complex shader processing, GeForce 7600GT tidak mampu mengejar Radeon X1650XT. Akan tetapi VGA ini tetap bisa menampilkan game dengan frame rate yang cukup lumayan, setidaknya di resolusi 1024x768. Selain itu GeForce 7600GT lebih efisien dan irit daya bila dibandingkan dengan Radeon X1650XT, jika kebutuhan daya merupakan masalah besar bagi anda, maka GeForce 7600GT adalah solusi bagi kebutuhan graphic anda. Beberapa vendor memberikan harga yang nyaris sama untuk sebuah GeForce 7600GT yaitu sekitar $169 (Digital Alliance)

-ATi Radeon X1650Pro- Saya ngga bisa berkomentar lebih banyak tentang performa VGA ini, selain Radeon X1650Pro adalah “clone” dari X1600XT. Jadi saya hanya akan memberikan komentar tentang masalah harga. Sebelum VGA ini launch saya mendapat info dari website ATi bahwa proyeksi harga X1650Pro adalah $99. Good Price for Good mainstream VGA… begitulah pikiran saya saat itu. Akan tetapi betapa kecewanya saya ketika saya mengontak beberapa vendor yang produknya biasa saya jual untuk me-retail Radeon X1650Pro, ternyata proyeksi harga $99 diberikan pada Radeon X1650Pro dengan interface memory GDDR2 (harga di indo berada pada kisaran $125-130), sedangkan X1650Pro dengan interface memory GDDR3 (seperti yang saya review) berada pada kisaran $145-155. Lagi² ATi membuat saya kecewa dan gigit jari, bukankah seharusnya Radeon X1650Pro dengan interface memory GDDR3 merupakan pengganti Radeon X1600Pro? Seharusnya Radeon X1650Pro dengan interface memory GDDR3 berharga di kisaran $130. Akan tetapi saya tidak mampu berbuat apa², hanya kembali saya tidak bisa merekomendasikan VGA ini, karena harga dan performanya tidak sebanding (sekedar catatan GeForce 7600GS dengan interface memory GDDR2 lebih cepat performanya dibanding Radeon X1650Pro dengan interface memory GDDR2, harga antara keduanya sama yaitu di kisaran $125-130).

-ATi Radeon X1650XT- Upper-level VGA mainstream terbaru ATi ini memang pantas untuk membuat read team dari Toronto, Canada bangga. Selain mampu mengimbangi GeForce 7600GT (terkadang malah mempecundangi), Radeon X1650XT lebih dapat menampilkan graphic yang bagus dengan filtering enabled, tanpa kehilangan banyak fps seperti GeForce 7600GT. Memang harga yang harus dibayar juga tidak sedikit, 24 pixel shader dan 8 vertex shader processor yang dimiliki X1650XT (nyaris 2 kali GeForce 7600GT) membuat VGA ini boros daya. Dari sebuah artikel yang saya baca selisih watt usage GeForce 7600GT dan X1650XT dengan PC uji yang sama berkisar 10 W pada saat idle, dan naik menjadi 30 W pada saat load. Jika wattage usage tidak menjadi kendala bagi anda, maka Radeon X1650XT adalah yang terbaik dari kelima VGA yang saya review. Dengan kisaran harga $179 (HIS), Radeon X1650XT lebih mahal $10 dari GeForce 7600GT (Digital Alliance). Akan tetapi hasil benchmark cukup untuk membuat Radeon X1650XT mendapatkan Editor Choice pada review kali ini, karena dengan budget dikisaran $150-175 sangat wajar jika anda menginginkan dapat memainkan game pada setting tertinggi dan filtering aktif (setidaknya di resolusi 1024x768 ), dan disanalah ATi Radeon X1650XT ada untuk menjawab kebutuhan graphic card anda.

*) author would like to thank: Mainstream Computer, OrionNet, RayaDinoyoNet, RayaDiengNet, dan rekan² Gamexeon.
*) any question, correction and suggestion should be pm'ed to bedjoe
*) list harga diambil pada saat review ditulis, dan dapat berubah sewaktu² tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu (loch… kok kayak note-nya brosur² retailer komputer yach ….)

ATI Radeon X1650 VS NVidia GeForce 7600 part 4

Part 4

Half Life 2 : Episode One


Setelah di 2 benchmark sebelumnya Radeon X1650 series tidak mampu melewati GeForce 7600 series, saya yakin di benchmark inilah dimana card² berbasis ATi Radeon bisa menunjukkan giginya. Masih sama seperti setting yang saya gunakan untuk benchmark Quake 4, saya menggunakan setting high quality, filtering 4x anti aliansing dan 16x anisotropic filtering dan High Dynamic Range lighting (HDR rendering). Half life 2 source engine menggunakan format integer data untuk HDR rendering, hal inilah menyebabkan dapat diaktifkannya HDR rendering & 4x anti aliansing secara bersamaan pada semua VGA di atas (seperti kita ketahui bahwa arsitektur nVidia GeForce 7 series tidak mampu menghandle HDR & anti aliansing secara bersamaan, suatu kelemahan yang tidak dimiliki oleh ATi Radeon X1xxx series).



Seperti yang sudah kita prediksi sebelumnya, engine Half life 2 sangat bersahabat dengan VGA² ATi, sehingga GeForce 7600 series tertinggal cukup jauh. Hasil benchmark bisa memberikan penjelasan bahwa engine game ini lebih menyukai fill rate & pemrosesan shader yang powerfull. Hal ini dapat dilihat dari jauhnya 24 pixel shader Radeon X1650XT meninggalkan 12 pixel shader Radeon X1650Pro, begitu juga 560 MHz shader processor core clock pada GeForce 7600GT bila dibandingkan 400 MHz shader processor core clock pada GeForce 7600GS. Setting terbaik untuk memainkan game ini adalah resolusi 1280x1024, high quality, HDR enabled, 4x AA & 16 AF untuk upper-level, sedangkan untuk lower-level 1280x1024, high quality, HDR enabled, 2x AA & 8x AF.

F.E.A.R

Game selanjutnya adalah F.E.A.R, sebuah game first person shooter dengan graphic & detail texture yang cukup menawan. Tapi entah karena kebetulan, judul game ini memang sempat membuat “takut” para gamer karena spesifikasi teknis yang menjadi system requirementnya cukup gila²an. Tapi kalau melihat segi gameplay & tampilan graphicnya rasanya beratnya engine game ini cukup beralasan. Saya menggunakan in-game benchmarking untuk mengcapture rata² frame & lowest frame yang dihasilkan. Setting graphic saya naikkan ke max quality (computer ke medium) dan saya menggunakan 2 setting yang berbeda, yaitu dengan dan tanpa mengaktifkan filtering, rekan² bakalan tau maksud saya setelah melihat sendiri hasil benchmark. Untuk itu tetap di tempat duduk anda & jangan kemana², karena… maaf… saya mau ke belakang… panggilan alam… :P





Di tingkat upper-level ketika filtering di non-aktifkan Radeon X1650XT dapat dikatakan seimbang dengan GeForce 7600GT, tapi ketika filtering anti aliansing & anisotropic filtering diaktifkan, terlihat 24 pixel shader & 8 vertex shader processor yang dimiliki Radeon X1650XT lebih powerfull dibandingkan 12 pixel shader & 5 vertex shader processor pada GeForce 7600GT. Hal ini dapat dibuktikan dengan lebih kecilnya pinalty kerja Radeon X1650XT bila dibandingkan GeForce 7600GT pada saat filtering aktif. Sementara itu di tingkat lower-level, Radeon X1650Pro terlihat mampu mengungguli GeForce 7600GS di setiap sesi benchmark game ini. Akan tetapi ketika kita berbicara tentang pinalty kerja pada saat filtering aktif, ternyata persentase turunnya performa Radeon X1650Pro lebih besar bila dibandingkan GeForce 7600GS, hal ini tentu saja suatu hal yang ironis jika dibandingkan dengan kelas upper-level (Radeon X1650XT). Akan tetapi hal ini bisa dengan mudah dijelaskan. Radeon X1650Pro “hanya” memiliki setengah shader power dari Radeon X1650XT yaitu 12 pixel shader & 5 vertex shader, sedangkan GeForce 7600GS memiliki shader power yang sama dengan GeForce 7600GT (hanya berbeda clock speed) yaitu 12 pixel shader dan 5 vertex shader. Suggestion setting dalam memainkan game ini agak susah, di tingkat upper-level saya masih bisa memainkan F.E.A.R dengan resolusi 1024x768, graphic : max quality, cumputer : medium, 4x AA & 16 AF, walaupun terkadang masih terasa lag. Sementara di tingkat lower level, lebih baik anda bermain di resolusi 1024x768, max quality dan menon-aktifkan filtering.

Call of Duty 2

Inilah game yang selama ini saya tunggu² sejak seri Call of Duty dan Medal of Honor. Sebuah game first person shooter dengan setting sejarah memang selalu menarik, apalagi jika sejarah itu menyangkut lebih dari 60% penduduk dunia (Indonesia termasuk juga), dan perang dunia 2 adalah salah satunya. Kita bisa merasakan bagaimana kengerian yang terjadi lebih kurang 65 tahun yang lalu, kita seakan juga ikut merasakan perjalanan dan petualangan para serdadu di medan perang, dan yang tak kalah pentingnya beberapa kisah & objective dari game tersebut adalah berdasarkan kisah nyata. Setidaknya ada 2 game yang selalu ada dalam komputer pribadi saya, yaitu Call of Duty 2 dan Brothers in Arms.

Oops… kenapa jadi membahas sentimentil pribadi terhadap game.. harusnya saya khan melanjutkan benchmark dan segera menyelesaikan artikel ini.

Saya menggunakan fraps untuk mengcapture average frame rate. Dan saya memainkan secara manual american section yaitu pendaratan di utah beach, karena menurut saya level ini yang paling berat, rendering texturenya sangat luas, belum lagi harus merender air, dan menurut pengalaman saya di level inilah VGA² kelas mainstream harus bekerja keras untuk mendapatkan frame rate yang playable. Uhm.. sekedar untuk catatan, sebenarnya sejak call of duty yang pertama, game ini udah ada in-game bechmarknya, hanya saja kita ngga bisa mengetahui rata² fps karena ngga ada output dari in-game benchmark tersebut. Kalau rekan² pengen nyoba in-game benchmarknya, coba cari game confignya, kemudian tambahkan string “set showfps 1” CMIIW (agak lupa, soalnya kalo di COD 1 udah ada string valuenya, sedangkan di COD 2 harus nambahin sendiri di game confignya).

Game ini sebenarnya sudah support multi-processor (seperti Quake 4) hanya saja saya belum mendapatkan pacth updatenya sehingga pada benchmark kali ini saya tidak menggunakan multi-processor. Seperti sebelumnya, karena engine game ini cukup berat untuk dapat memainkan dengan setting ultra high, saya membagi benchmark menjadi 2 setting yang berbeda, yaitu dengan filtering (4x AA dan 8x AF via driver control panel) dan tanpa filtering.





Saya benar² tidak menyangka dengan hasil benchmark dari game ini, jujur saja hasil benchmark diatas diluar dugaan saya, Call of Duty biasanya bersahabat dengan VGA² nVidia, bahkan ketika proses instalasi game ini, anda akan disuguhi logo “nVidia it’s meant to be played” pada screenshot game. Akan tetapi hasil benchmark dari F.E.A.R kembali berulang, di tingkat upper-level Radeon X1650XT mampu berjalan sejajar dengan GeForce 7600GT pada resolusi 1024x768, bahkan ketika resolusi dinaikkan menjadi 1280x1024, Radeon X1650XT mempu mempermalukan GeForce 7600GT. Hal ini terus berlanjut ketika filtering anti aliansing dan anisotropic filtering diaktifkan. 24 pixel dan 8 vertex shader processor Radeon X1650XT kembali membuktikan lebih powerfull untuk menghandle filtering dibandingkan 12 pixel dan 5 vertex shader processor GeForce 7600GT. Pinalty kerja filtering Radeon X1650XT lebih kecil jika dibandingkan dengan GeForce 7600GT. Sementara di lower-level, GeForce 7600GS tidak berkutik dan tidak mampu berbuat banyak untuk mengejar Radeon X1650Pro, baik ketika filtering non-aktif maupun ketika filtering aktif. Kembali lagi masalah rendahnya core clock dan penggunaan interface memory GDDR2 yang “hanya” berjalan di 400 MHz (800 MHz effective) menjadi bottleneck bagi GeForce 7600GS. Setting terbaik untuk memainkan game ini di tingkat upper-level adalah resolusi 1024x768, high detail, DX 9 rendering (tentu saja!), 4x AA dan 8x AF, sementara di tingkat lower level, lebih baik anda bermain di resolusi 1024x768, high detail, DX 9 rendering (tentu saja!), dan menon-aktifkan filtering.

Need For Speed : Most Wanted (NFSMW)

Jenuh bermain cowboy²an (baca : tembak²an), kita beralih ke racing game, sebelumnya saya mohon maaf karena memakai Need for Speed : Most Wanted dan bukannya NFS Carbon, jujur ajah saya belum mendapatkan NFS Carbon, di kota kecil nyari game susah, jangankan yang original, yang bajakan ajah susah.
Cukup sudah acara maaf²an-nya, gimana kalau kita langsung masuk pada sesi setting game benchmark. Kembali saya menggunakan fraps untuk mengcapture frame rate. Semua setting game saya naikkan sampe level maximum quality, kemudian saya memainkan costum sprint race. Seperti 2 benchmark sebelumnya, karena game ini termasuk berat (kalau hasil benchmark dengan filtering aktif dipakai sebagai acuan bermain game, bakalan ngga playable), maka saya membagi 2 sesi benchmark, yaitu dengan dan tanpa filtering.





Kali ini kembali nVidia mengambil alih dan mendominasi jalur balapan. di tingkat upper-level, GeForce 7600GT mampu membukukan kemenangan pada resolusi 1024x768 baik dengan filtering aktif maupun non-aktif, sedangkan pada resolusi 1280x1024 jarak kemenangan GeForce 7600GT semakin menipis, sayangnya saya tidak sempat melakukan benchmark pada resolusi 1600x1200 (saya tau pikiran anda… Pasti LAG!), tapi paling tidak kita bisa tahu apakah Radeon X1650XT mampu mengungguli GeForce 7600GT di resolusi 1600x1200. beralih ke kinerja filtering, kembali terlihat pinalty kerja filtering Radeon X1650XT lebih kecil dibanding GeForce 7600GT. saya rasa anda tentu sudah tau jawabannya bukan? So… move along… beralih ke lower-level, ternyata GeForce 7600GS tidak seberuntung "kakaknya”, di semua resolusi baik tanpa maupun dengan filtering Radeon X1650Pro mampu melewati GeForce 7600GS. Setting terbaik untuk memainkan game ini di tingkat upper-level adalah resolusi 1024x768, max quality, 4x AA dan 8x AF, sementara di tingkat lower level, lebih baik anda bermain di resolusi 1024x768, max quality, dan menon-aktifkan filtering.

ATI Radeon X1650 VS NVidia GeForce 7600 part 3

Part 3

3D Mark 2006





Dari hasil diatas kita bisa melihat bahwa ATi Radeon X1600XT dengan mudah dipecundangi oleh nVidia GeForce 7600GT, bahkan Radeon X1650XT pun belum mampu melewati 7600GT, walaupun perbedaan performanya sangat tipis. Hanya pada vertex shader complex Radeon X1650XT mampu mengungguli GeForce 7600GT, hal ini wajar mengingat Radeon X1650XT dipersenjatai 8 vertex shader processor dibandingkan 5 vertex shader processor GeForce 7600GT. Akan tetapi 24 pixel shader processor yang dimiliki X1650XT tidak mampu berbicara banyak melawan 12 pixel shader processor GeForce 7600GT. Hal ini membuktikan betapa efisiennya pemrosesan shader pada card² berbasis nVidia G73.

Bagaimana dengan persaingan di lower-levelnya? Seperti sudah bisa kita prediksi sebelumnya, GeForce 7600GS tidak mampu bersaing dengan Radeon X1650Pro, jangankan untuk mendekati Radeon X1650Pro (yang notabenenya spesifikasi teknisnya lebih tinggi 10 MHz core clock dan memorynya dari Radeon X1600XT), mendekati Radeon X1600XT ajah susah. Memang sejak awal GeForce 7600GS adalah direct competitor dari Radeon X1600Pro (yang kemudian berganti label menjadi Radeon X1300XT). Rupanya pemilihan interface memory GDDR2 merupakan bottleneck bagi G73, hal ini terlihat dari jauhnya GeForce 7600GT meninggalkan GeForce 7600GS.

Berbicara masalah fill rate, kita bisa melihat bahwa tidak satupun dai VGA diatas mendekati teoritical fill rate pada test single texturing, tapi ketika beralih pada multi texturing kembali VGA² bikinan nVidia membuktikan mampu mendekati teoritical fill rate (walaupun fill rate tidak begitu banyak membantu lagi untuk game² generasi sekarang, tapi setidaknya kita bisa menjadikan hasil benchmark menjadi referensi). Bagaimana perbandingan antara Radeon X1650Pro dan Radeon X1600XT, 2 VGA yang “hanya” dipisahkan oleh 10 MHz core & memory clock serta brand-name? tentu itu menjadi pertanyaan bagi kita semua. Saya sengaja tutup mulut, setidaknya untuk sekarang. Tapi saya akan berjanji untuk sedikit meberikan komentar saya di akhir section, yaitu conclusions. Jadi jangan tinggalkan monitor anda… karena saya bakalan kembali dengan real game benchmark.

“Hei… Mister… enough talking! Let just DO it!” Cukup kenyang dengan teori dan synthetic benchmark… anda pasti ngga sabar untuk melihat performa VGA² mainstream di atas di real game. Baik mari kita mulai, shall we?

Quake 4 v1.3 SMP Enable

Berdasarkan kisaran harga dan spesifikasi VGA & PC uji, saya pikir cukup wajar jika saya mengharapkan dapat memainkan Quake 4 dengan setting high quality, multi processor & filtering enabled (setidaknya untuk di resolusi 1024x768, bukankah mayoritas gamer indo masih menggunakan monitor CRT atau LCD 17” dengan maximal resolusi 1280x1024, termasuk saya )


HQ + 4 AA + 8X AF

Oops… ternyata ekspektasi saya berlebihan. Hanya upper-level dari masing² series saja yang mampu menghandle Quake 4 dengan setting tersebut dan resolusi 1280x1024 dengan rata² diatas 30 fps (standar kelayakan untuk memainkan sebuah game tanpa lag). Apa yang terjadi dengan VGA terbaru ATi? Kenapa lagi² dengan mudahnya GeForce 7600 series mempecundangi Radeon X1650 series? Jawabannya sebenarnya mudah. Game² berbasis OpenGL memang sudah sejak lama menjadi musuh VGA ATi, dan tanpa kecuali Quake 4 yang berbasis engine Doom 3. Hal tersebut sudah cukup menjelaskan jauhnya performa GeForce 7600GT meninggalkan Radeon X1650XT, bahkan GeForce 7600GS menempel ketat di belakang Radeon X1650XT yang notabene bukan direct-competitornya. Setting terbaik untuk memainkan Quake 4 menurut saya jika menggunakan card² upper-level (Radeon X1650XT & GeForce 7600GT) adalah resolusi 1280x1024, High Quality, 4x AA & 8x AF, sedangkan untuk lower-level (Radeon X1650Pro & GeForce 7600GS), resolusi 1024x768, High Quality, 4x AA & 8x AF.

ATI Radeon X1650 VS NVidia GeForce 7600 part 2

Part 2

Benchmark Rounds-up


Saya mohon maaf, karena keterbatasan dana dan fasilitas saya tidak mampu menyediakan test-bed configuration dengan spesifikasi high-end (apalagi ngebenchmark pake multi GPU/dual VGA). Ini spesifikasi yang biasa dipake sebagai test uji di tempat (retail) saya.



Sekali lagi saya mohon maaf karena konfigurasi system untuk Radeon X1600XT berbeda dari lainnya, hal ini disebabkan karena ketika Radeon X1600XT mampir ke retail saya, PC uji yang saya pakai masih menggunakan AMD Athlon X2 3600+. Dan semenjak Radeon X1650 series keluar, saya ngga mendapatkan pasokan Radeon X1600 series lagi (lagian ngapain ngambil Radeon X1600 series kalau ada X1650 series dengan harga sama).

Konfigurasi PC diatas didukung oleh Lite-on DVDRW 1673s dan “powered” by AcBell 400W PSU. Sorry ngga bermaksud mempromosikan produk² diatas, karena saya juga menggunakan produk² diatas tanpa support dari vendor² tersebut, dengan kata lain saya musti membiayai sendiri PC uji yang saya gunakan. (Thanks buat mainstream computer untuk PC ujinya & customer² saya yang mengijinkan peripheral PC-nya saya pinjam sebelum akhirnya dibawa pulang).

Setting desktop yang saya gunakan pada saat benchmark adalah 1024x768 @85Hz. Monitor ViewSonic E-72F. Setting Driver control panel default (image quality pada nVidia & Catalyst A.I standard pada ATi)

Dibawah ini beberapa game & software yang saya pakai untuk benchmark:
1. 3D Mark 2006 @1280x1024
2. Quake 4 versi 1.3 with SMP enable
3. Half Life 2 : episode one
4. First Encounter Assault & Recon (FEAR)
5. Call of Duty 2 (COD 2)
6. Need For Speed : Most Wanted (NFSMW)
7. FRAPS versi 2.7.2

Sebelum memasuki benchmark, ada baiknya kita mengetahui spesifikasi teknis dan perbandingan fill rate dari VGA² diatas.



4 atau 5 tahun yang lalu angka² diatas (fill rate) sangat berpengaruh untuk menentukan performa VGA, tapi untuk generasi sekarang, dimana pemrosesan graphic ditangani pixel dan vertex processor, maka angka² tersebut hanya bisa dipakai sebagai referensi teoritis.

We’ll kick our test round-up with synthetic benchmark… Oops.. forgive me for my bad english …

ATI Radeon X1650 VS NVidia GeForce 7600 part 1

by: Gamexeon.com

Part 1


Pasar low-end VGA sejak jaman dulu memang bukan milik ATi, begitu juga untuk pasar mainstream. ATi harus mengeluarkan 2 seri VGA mainstream yaitu X600 series dan X700 series “hanya” untuk mengejar performa GeForce 6600 series. Bukan hanya dikelas mainstream, di kelas low-end pun kembali nVidia dengan “mudah” mempecundangi ATi, GeForce 6200 dapat melewati Radeon X300 nyaris di semua benchmark. Hanya pada generasi Radeon 9x00 series dimana nyaris semua VGA bikinan “red team” ini mampu mengungguli “the green team” nVidia, GeForce 5700 series memang nyaris setara dengan Radeon 9600 series, tapi ketika benchmark memasuki aplikasi direct 9, terlihat GeForce 5700 series kepayahan untuk mengejar performa Radeon 9600 series, (GeForce FX atau GeForce 5 series emang salah satu produk gagal nVidia). Hal ini rupanya berulang ketika ATi meluncurkan X1600 series. Sebagai senjata untuk mengisi segmen pasar kelas mainstream, VGA ini dituntut untuk mampu berkompetisi dengan GeForce 7600 series, tapi apa daya… masa lalu kembali berulang, Radeon X1600 series kembali dengan mudah dipecundangi oleh GeForce 7600 series.

Jika anda bersama team anda duduk di ruangan lux ber-AC di tengah kota toronto, Canada, sedang menbaca/membahas artikel² yang berisi review hardware VGA buatan anda (termasuk pengantar artikel ini) dan menyaksikan bagaimana hasil kerja team anda di level mainstream dipecundangi dengan mudah oleh saingan terbesar anda, ruangan lux ber-AC tersebut pasti akan terasa panas, dan anda pasti akan berkata “apa yang harus kita lakukan untuk membalas?” setelah lewat masa “cooling down” beberapa saat, anda mendapatkan sebuah ide… “bagaimana jika kita membuat GPU baru yang mempunyai spesifikasi seperti 2 kali X1600XT (perform like X1600XT crossfire in single VGA) kemudian memberi “sedikit” perbedaan nama & menjualnya dengan patokan harga X1600XT?” seorang anggota team anda menjawab “hal itu berarti akan terjadi “reshuffle” kabinet VGA di kelas low-end s/d mainstream.” Sound like a good idea… at least to me… dan akhirnya… setelah melalui beberapa proses… team anda dengan bangga mempersembahkan sebuah VGA yang sesuai dengan keinginan anda yang kemudian dikenal dengan nama Radeon X1650 series.

X1650 Series Overview

Saya sarankan jangan terkecoh dengan nama produk (di dunia peripheral PC inilah ungkapan “apalah artinya sebuah nama?” tidak berlaku). X1650 series berbeda dengan X1600 series, setidaknya upper-level VGA X1650 series yaitu X1650XT. Setidaknya ada 2 varian X1650 series yang kini beredar di pasaran, yaitu X1650Pro dan X1650XT. Dibawah ini adalah spesifikasi teknis dari ATi Radeon X1650 series yang sempat “mampir” paling lama 2 hari di retail saya.







Dari data diatas kita bisa melihat bahwa Radeon X1650Pro mirip sekali dengan pendahulunya yaitu X1600XT, bahkan saya sempat berpikir bahwa X1650Pro adalah new “rename-brand” label dari X1600XT, sampai saya membaca di sebuah artikel bahwa VPU Radeon X1650Pro yaitu RV535 berbeda proses fabrikasi dengan X1600XT yaitu RV530. RV535 di proses pada fabrikasi 80nm sedangkan RV530 90nm. Tipis sekali perbedaannya, selain itu ada “sedikit” kenaikan pada core & memory clock, yaitu sebesar 10 MHz. Sedangkan Radeon X1650XT jelas seperti sebuah GPU yang berbeda dengan kedua GPU diatas, bahkan dari beberapa artikel yang saya baca, RV560 yang mengotaki Radeon X1650XT adalah sama dengan R570 (otak X1950Pro) dengan portions disabled/deactivated. Oops… anda tentu berpikir saya mengada² & mengarang cerita ngawur, tapi ini cuplikan dari artikel tersebut :

Quote:
The X1650 XT is part of the Radeon X1600 series, yet its graphics processor is not the RV530 silicon that has traditionally powered cards in that product line. The intrigue gets even deeper when you examine this mysterious GPU, code-named RV560. Truth be told, this is actually the same graphics chip behind the Radeon X1950 Pro that we reviewed a couple of weeks ago, the R570. For the X1650 XT, though, ATI has disabled portions of the chip and assigned it a new code name. If I recall correctly, this is the first time ATI has fabricated two code names for the same piece of silicon. So basically, ATI has chucked the conventions for both video card names and GPU code names in recent weeks, and the Radeon X1650 XT is the result.
Not that there's anything wrong with that.
In fact, the X1650 XT benefits from its upper-middle-class heritage. Its RV570 GPU (sorry, but I'm not calling it RV560) has had a portion of its on-chip resources deactivated, either because of faults in some parts of the chip or simply for the sake of product segmentation.
Terlepas dari benar-tidaknya rumor di atas, setidaknya keinginan bos produsen VGA dari toronto, Canada tadi sudah terpenuhi. Dari data diatas kita bisa melihat bahwa spesifikasi teknis Radeon X1650XT nyaris sama dengan 2 kali X1600XT.

7600 Series Overview

Setelah sempat merajai pasar mainstream selama hampir 2 tahun tanpa ada lawan yang berarti, akhirnya GeForce 6600 series harus “menyerah” pada usia. Memang usia technology tidak bisa dibohongi, setelah sempat ”didaur-ulang” (6600GT mendapatkan memory 256 MB, 6600 dipersenjatai dengan GDDR2, keluar versi “lite” yaitu 6600LE) akhirnya nVidia mengambil keputusan untuk memensiunkan GeForce 6600 series. Untuk mengisi segment mainstream sepeninggal GeForce 6600 series, nVidia mendesign sebuah GPU baru dengan technology GeForce 7, akhirnya dipilih “brand-name” GeForce 7600. VGA ini cukup sensasional pada awal kemunculannya, bukan hanya berhasil menjadi successor dari GeForce 6600 series, bahkan upper-level dari GeForce 7600 series yaitu GeForce 7600GT mampu mengoutperform GeForce 6800GS dan mendekati performa Radeon X1800GTO (Radeon X1600XT jelas bukan lawan yang seimbang dari GeForce 7600GT, begitu juga Radeon X1600 Pro bukan lawan sepadan GeForce 7600GS). Dibawah ini spesifikasi teknis dari GeForce 7600 series yang juga sempat mampir di retail saya (malah Pixelview nVidia GeForce 7600GT saya jadikan VGA untuk PC dirumah menggantikan Gigabyte nVidia GeForce 6600GT).



Saya sengaja memasukkan Radeon X1600XT dan GeForce 6600GT dalam tabel overview sebagai bahan perbandingan (comparison), karena VGA yang saya review kali ini bertujuan untuk menjadi successor atau pengganti dari keduanya. Tabel diatas sedikit banyak udah memberikan gambaran bahwa GeForce 7600 series memang didesign untuk menggantikan GeForce 6600 series dan berkompetisi dengan ATi Radeon X1600 series. Kalau kita meneliti lebih dalam lagi, ternyata strategi pembagian segmentasi pasar ketika mengeluarkan GeForce 6600 series kembali diulang oleh nVidia. GeForce 7600GS dan GeForce 7600GT berbagi GPU yang sama persis yaitu G73, tidak ada fitur² yang dikurangi, masih sama² dipersenjatai dengan 12 pixel shader processor, 8 raster operation atau pixel/clock dan 12 texture unit/clock. Yang membedakan hanya core clock dan memory clock (jenis memory juga berubah). Tapi jika dibandingkan dengan Radeon X1650 series, spesifikasi teknis GeForce 7600 series seakan tenggelam oleh teoritical performa Radeon X1650 series (hei… saya berbicara tentang 24 pixel shader Radeon X1650XT dibanding 12 pixel shader GeForce 7600GT). Bagaimana dengan real-world performanya? Jangan kemana² karena setelah jeda 1 batang rokok dan segelas kopi saya akan kembali dengan hasil benchmark!

Testing 3D Performance PC anda dengan Quake 4

Date : 08 juli 2007 By : Sinester

Salah satu cara terbaik benchmark kinerja dari PC adalah dengan menjalankan game 3D yang berat, karena itu akan memberikan kinerja maksimum VGA, CPU, memori dan hard disk . Quake 4 adalah yang paling mudah ditemukan . Di dalam tutor ini, kita akan memberitahukan anda bagaimana caranya menggunakan Quake 4 untuk mengukur kinerja dari suatu PC.

Setelah menginstall Quake 4, anda perlu untuk menginstall patch game yang terakhir, yang akan membaharui Quake 4 kepada versi nya yang terakhir. Meskipun patch yang terakhir dapat ditemukan di Quake 4 situs web resmi (http://www.quake4game.com), kita menyarankan ke situs web yang lain ini sebagai gantinya, karena berbagai lebih cepat dalam mengupdate dibanding situs web yang resmi : http://www.gamespot.com/pc/action/quake4/index.html

Quake 4 cara untuk mengaktifkan modus benchmarking nya adalah : masuk pada console mode dengan menekan Control, Alt dan ` (tilde) secara serempak dan ketik :

Timedemo

Masalah adalah Quake 4 tidak datang dengan setiap demo pemain tunggal yang direkam sebelumnya. Ia datang dengan demo multiplayer yang direkam sebelumnya setelah anda sudah mengupgrade nya kepada patch yang terakhir, ia dapat dijalankan melalui perintah sebagai berikut:

Playnettimedemo

Jika anda sedang menggunakan patch 1.2 atau 1.3, nama dari demo adalah id_demo001. Jika anda menginstall suatu patch pada 1.4 series, lalu nama dari demo adalah id_perftest . Jika anda menginstall patch 1.4 dan keatas, anda perlu untuk masuk Quake 4 di mode multiplayer, jika tidak demo itu tidak akan jalan, mengembalikan kesalahan"file not found" . Hal ini bisa dilakukan dengan menggunakan "Quake 4 Multiplayer" shourtcut kan patch pada desktop anda, menggunakan Quake 4 yang reguler patch tidak akan bekerja. Jika anda menghapus shourtcut ini secara tidak sengaja , anda dapat membuat nya lagi; kembali dengan menambahkan shourtcut pada Quake4.exe dengan parameter-parameter yang berikut: +set fs_game q4mp.

Setelah menjalankan timedemo atau playnettimedemo, panggil kembali untuk melihat hasil-hasil, yang terukur di FPS (frames per second). Makin tinggi, semakin baik, tentu saja. Kita betul-betul menyarankan anda untuk menjalankan demo yang sama tiga atau empat kali dan hitung rata-rata aritmetika dari hasil-hasil yang diperoleh (yaitu. jumlahkan mereka dan bagi pada seringnya demo itu dijalankan), sejak hasil akan bervariasi.

Ingat bahwa anda tidak bisa membandingkan hasil yang diambil dengan Versi ptch yang berbeda.

Anda dapat juga merekam demo atau bahkan demo yang dibuat oleh yang lain dari Internet (demo-demo downloaded harus yang unpacked dan yang disimpan di bawah c:Program Filesid SoftwareQuake 4q4basedemos directory –anda akan perlu untuk membuat nya). Jika anda melakukannya, anda akan perlu untuk membuat demo ini yang tersedia jika anda sedang mengeposkan suatu review, maka pembaca anda dapat menggunakan demo yang sama yang anda gunakan memeriksa kinerja dari sistim mereka yang dibandingkan dengan data yang diterbitkan. Itulah sebabnya kita selalu lebih suka menggunakan demo-demo bahwa telah datang dengan gamenya.

Jika anda ingin merekam demo mu sendiri, ketik Recorddemo di Quake 4 console, jalankan game, dan lalu ketik Stoprecording untuk berhenti perekaman demo. Setelah prosedur ini, file demo akan ada tersedia di bawah c:\Program Files\id Software\Quake 4\q4base\demos. Mainkanlah dengan Timedemo .

Opsi lain untuk menginstal HardwareOC Quake 4 Benchmark tool. Program ini datang telah dengan beberapa demo dan dapat membantu anda banyak setting configuring Quake 4, seperti mutu resolusi dan gambar, dan juga memprogram Quake 4 untuk menjalankan beberapa sesi benchmarking yang berbeda dengan hanya satu mouse klik (batch configuration).

Membicarakan tentang mutu resolusi dan gambar, kita harus mengingat bahwa anda tidak bisa membandingkan hasil yang didapat dengan resolusi dan image quality setting yang berbeda. contoh : anda tidak bisa secara langsung membandingkan tingkat fps suatu mesin berjalan pada 1600x1200 suatu mesin berjalan pada 800x600 . Hal ini tidak adil, karena yang lebih tinggi resolusi, biasanya kinerja akan menurun. hal yang juga berlaku untuk mutu gambar, yang lebih tinggi pengaturannya akan menurunkan kinerja. Sebenarnya, hal inilah yang membedakan antara VGA mutakhir dengan VGA dari segmen-segmen lainnya. Biasanya VGA mutakhir dapat mendukung suatu kinerja yang tinggi bahkan pada resolusi yang tinggi atau pengaturan mutu gambar tinggi.

Untuk membandingkan mutu gambar, anda dapat menekan tombol F12 untuk mengambil suatu screenshot. Tentu saja anda perlu untuk mengambil screenshots di lokasi yang sama pada peta Quake 4 untuk perbandingan itu untuk bisa dipahami. Screenshots itu akan yang disimpan di c:\Program Files\id Software\Quake 4\q4base\screenshots sebagai suatu TGA (Targa) file. Anda mungkin akan ingin mengurangi ukuran file dengan editing mereka di Photoshop atau perangkat lunak yang serupa, tetapi mengingatbahwa mengedit mereka mungkin akan mengubah mutu mereka, hal ini bisa menimbulkan kecurigaan pada hasil akhirnya. Jika anda tidak memerlukan mutu yang tinggi (dan besar) keluaran file, anda dapat mengetik screenshotJpeg di Quake 4 konsol untuk menangkap screenshots menggunakan bentuk Jpeg, yang membuat file-file lebih kecil.

Jika anda akan mempublishkan hasilnya, ingat untuk selalu penyingkapan semua bagian perangkat keras, versi driver, pengaturan-pengaturan mutu resolusi dan gambar yang digunakan, dan juga versi patch.

Intel Bearlake Chipset Jawaban Intel untuk kolaborasi AMD dan ATI

Date : 15 juli 2007 By : tuama leo's

Seakan menjawab tantangan AMD dengan chipset 690 yang memiliki chips VGA terintergrasi dengan HDMI serta DVI output hasil kolaborasi dengan ATI! Intel meluncurkan "BEARLAKE" seri chipset yang mendukung Memory DDR3 serta integrated graphip controller.
Intel membidik 2 kalangan user yaitu :

1. Business - Professional/ fundamental
2. Costumer - High-End/ Mainstream


serie chipset tersebut adalah
- BL-Q Q35 dan BL QF Q33 untuk para professional dan fundamental
- Bearlake X (2x16) X38 untuk High-end
- BL-P p35 untuk high-end dan maintream
- BL G+ G35 dan BL G G33 untuk Mainsteam!

G33 dan G35 sudah dillengkapi dengan integrated graphip controller.
Intel meluncurkan produk ini secara bertahap dari segmentasi tertinggi hingga terendah.

Bearlake akan menggantikan seri Broadwater (seri 96X) dan akan di padukan dengan southbridge ICH9, ICH9R, ICH9DH.

G 35 Express dengan itegrated graphic controller yang sudah mendukung API DirectX 10, serta feature baru Intel Clear Vidio Tecnology. Tak ketinggalan juga dukungan HDMI, audio vidio dengan HDCP.

Sesuai dengan semboyannya INTEL LEAP AHEAD kita tinggal menunggu gebrakan apa lagi dari INTEL, serta bagaimana performa produk BEARLAKE INI!


Berikut tabel processor yang support :