Mengenai Saya

COREstation adalah kumpulan artikel-artikel mengenai komputer serta paket komputer yang dipasaran dengan harga yang menarik...

Senin, 19 Mei 2008

ATI Radeon X1650 VS NVidia GeForce 7600 part 3

Part 3

3D Mark 2006





Dari hasil diatas kita bisa melihat bahwa ATi Radeon X1600XT dengan mudah dipecundangi oleh nVidia GeForce 7600GT, bahkan Radeon X1650XT pun belum mampu melewati 7600GT, walaupun perbedaan performanya sangat tipis. Hanya pada vertex shader complex Radeon X1650XT mampu mengungguli GeForce 7600GT, hal ini wajar mengingat Radeon X1650XT dipersenjatai 8 vertex shader processor dibandingkan 5 vertex shader processor GeForce 7600GT. Akan tetapi 24 pixel shader processor yang dimiliki X1650XT tidak mampu berbicara banyak melawan 12 pixel shader processor GeForce 7600GT. Hal ini membuktikan betapa efisiennya pemrosesan shader pada card² berbasis nVidia G73.

Bagaimana dengan persaingan di lower-levelnya? Seperti sudah bisa kita prediksi sebelumnya, GeForce 7600GS tidak mampu bersaing dengan Radeon X1650Pro, jangankan untuk mendekati Radeon X1650Pro (yang notabenenya spesifikasi teknisnya lebih tinggi 10 MHz core clock dan memorynya dari Radeon X1600XT), mendekati Radeon X1600XT ajah susah. Memang sejak awal GeForce 7600GS adalah direct competitor dari Radeon X1600Pro (yang kemudian berganti label menjadi Radeon X1300XT). Rupanya pemilihan interface memory GDDR2 merupakan bottleneck bagi G73, hal ini terlihat dari jauhnya GeForce 7600GT meninggalkan GeForce 7600GS.

Berbicara masalah fill rate, kita bisa melihat bahwa tidak satupun dai VGA diatas mendekati teoritical fill rate pada test single texturing, tapi ketika beralih pada multi texturing kembali VGA² bikinan nVidia membuktikan mampu mendekati teoritical fill rate (walaupun fill rate tidak begitu banyak membantu lagi untuk game² generasi sekarang, tapi setidaknya kita bisa menjadikan hasil benchmark menjadi referensi). Bagaimana perbandingan antara Radeon X1650Pro dan Radeon X1600XT, 2 VGA yang “hanya” dipisahkan oleh 10 MHz core & memory clock serta brand-name? tentu itu menjadi pertanyaan bagi kita semua. Saya sengaja tutup mulut, setidaknya untuk sekarang. Tapi saya akan berjanji untuk sedikit meberikan komentar saya di akhir section, yaitu conclusions. Jadi jangan tinggalkan monitor anda… karena saya bakalan kembali dengan real game benchmark.

“Hei… Mister… enough talking! Let just DO it!” Cukup kenyang dengan teori dan synthetic benchmark… anda pasti ngga sabar untuk melihat performa VGA² mainstream di atas di real game. Baik mari kita mulai, shall we?

Quake 4 v1.3 SMP Enable

Berdasarkan kisaran harga dan spesifikasi VGA & PC uji, saya pikir cukup wajar jika saya mengharapkan dapat memainkan Quake 4 dengan setting high quality, multi processor & filtering enabled (setidaknya untuk di resolusi 1024x768, bukankah mayoritas gamer indo masih menggunakan monitor CRT atau LCD 17” dengan maximal resolusi 1280x1024, termasuk saya )


HQ + 4 AA + 8X AF

Oops… ternyata ekspektasi saya berlebihan. Hanya upper-level dari masing² series saja yang mampu menghandle Quake 4 dengan setting tersebut dan resolusi 1280x1024 dengan rata² diatas 30 fps (standar kelayakan untuk memainkan sebuah game tanpa lag). Apa yang terjadi dengan VGA terbaru ATi? Kenapa lagi² dengan mudahnya GeForce 7600 series mempecundangi Radeon X1650 series? Jawabannya sebenarnya mudah. Game² berbasis OpenGL memang sudah sejak lama menjadi musuh VGA ATi, dan tanpa kecuali Quake 4 yang berbasis engine Doom 3. Hal tersebut sudah cukup menjelaskan jauhnya performa GeForce 7600GT meninggalkan Radeon X1650XT, bahkan GeForce 7600GS menempel ketat di belakang Radeon X1650XT yang notabene bukan direct-competitornya. Setting terbaik untuk memainkan Quake 4 menurut saya jika menggunakan card² upper-level (Radeon X1650XT & GeForce 7600GT) adalah resolusi 1280x1024, High Quality, 4x AA & 8x AF, sedangkan untuk lower-level (Radeon X1650Pro & GeForce 7600GS), resolusi 1024x768, High Quality, 4x AA & 8x AF.

Tidak ada komentar: